Posts

Showing posts with the label launching

Sajama Cut Merilis Album Kelima, "GODSIGMA"

Image
  Legenda indie rock asal Jakarta, Sajama Cut, telah merilis album teranyar mereka, GODSIGMA, pada 16 Oktober 2020. Album ini adalah album penuh kelima mereka sepanjang karier selama dua dekade. Kini, album penuh GODSIGMA dirilis dalam setiap kanal digital dan format CD oleh DeMajors Records. Dengan riff - riff gitar gegap gempita, melodi yang catchy namun digembosi lirik sarat sarkasme, dan aransemen yang lebih “organik” dari album-album sebelumnya, GODSIGMA menjadi arah baru yang manis untuk Sajama Cut. “Kami banyak terinspirasi dari tur untuk album sebelumnya, Hobgoblin,” ucap vokalis mereka, Marcel Thee. Banyak berjumpa band indie rock di hajatan tersebut, mereka tergerak membuat album yang “ stage-oriented , dan dikerjakan bareng dan live .” “Sebelumnya, kami band yang berorientasi ke studio,” ucap Marcel. “Untuk pertama kalinya, kami bikin album yang menurut kami tepat energinya untuk panggung. Kami bertemu langsung sebagai band dan mengkomposisi album ini bersama-...

Waiting Room Rilis Ulang Album Pertama

Image
  Band independen veteran Waiting Room akan merilis ulang album debut   mereka tanggal 25 September nanti. Album yang pertama kali dilepas pertengahan tahun 1997 akan di repackage dalam format kaset dan CD oleh label indie Sabda Nada Records. Sementara diskografi album penuh Waiting Room (Waiting Room -1997, Propaganda – 1999 dan Music – 2001) akan tersedia di berbagai layanan music streaming setelahnya by Aquarius Musikindo (AQM) Album debut Waiting Room sendiri merupakan album fenomenal pada era ledakan pertama gelombang band independen di pertengahan dekade 90. Diproduksi secara mandiri -baik biaya maupun teknis- oleh personil band, album debut ini mendokumentasikan fase perjalanan karir Waiting Room disaat membawakan konsep Ska, Hardore dan Punk. Band yang terbentuk di tahun 1994 ini pada awalnya menawarkan konsep cover tribute Fugazi (grup Post Hardcore asal Washington DC). Lalu pada perkembangannya, bermutasi menjadi band Ska dengan mengambil pengaruh dari The Mighty M...

Pale Skies Rilis Single Perdana “Larung Memori”

Image
Therockjournals, Kendal : Setelah berhasil mengudara dengan membawakan ulang lagu Nothing’s Gonna Hurt You Baby yang diciptakan oleh Cigarettes After Sex, duo pop ambient Pale Skies kemudian merilis single pertamanya pada 15 Mei 2020. Pale Skies yang digawangi oleh Miftah Bravenda (instrumen) dan Lingga Salaga sebagai pengisi suara menuturkan bahwasannya single mereka yang berjudul Larung Memori kali ini merupakan jembatan untuk garapan mini album mereka. Dibawah naungan Gerbang Kecil Records, grup musik asal Tangerang ini mencoba menceritakan pengalaman mereka berkaitan dengan sebuah situasi perpisahan. “ Single Larung Memori merupakan sebuah narasi proses kerumitan manusia yang kerap kali dihadapkan dengan sebuah perpisahan. Dalam pengerjaannya, Pale Skies sendiri merasa tertantang dalam penulisan lirik yang menggunakan Bahasa Indonesia, ” ujar Pale Skies melalui rilis yang diterima oleh Therockjournals , Jumat (19/06/2020). Bagi mereka, ini adalah momen perdana un...

Galarasta Rilis Single Baru “Mesin Kanan”

Image
Therockjournals, Kendal : Band reggae asal Makassar Galarasta, merilis single terbaru yang berjudul “Mesin Kanan” pada Sabtu, 13 Juni 2020. Single ini dipersembahkan bagi para penikmat musik reggae dan seluruh komunitas, penghobi, pengguna serta pencinta Mesin Kanan. “ Single ini kami persembahkan untuk penikmat musik reggae dan seluruh komunitas, penghobi, pengguna dan pencinta Mesin Kanan,” ujar Galarasta dalam rilis yang diterima Therockjournals, Senin (15/06/2020). Band yang secara konsisten menghadirkan alunan reggae sejak 2009 tersebut membuat single yang terinspirasi atas kecintaan Adnan (keyboard) dan Adi (vokal) kepada tunggangannya. “Mesin Kanan kami nobatkan sebagai seruan kebanggaan dan semangat melestarikan Mesin Kanan,” imbuh Galarasta. Seperti diketahui, band Galarasta lahir dari diskusi kecil di Komunitas Penyanyi Jalan (KPJ) Kota Makassar, pada tahun 2009 silam. Galarasta pun menerabas dominasi warna musik yang cendeung keras dengan tawaran ...

Unit Midwest Emo Bogor, Asianfusion Rilis Debut Mini Album

Image
“Every person has a figure at everystage of their life, but all sorted to remember..” Asianfusion berawal sebagai proyek solo dari seorang singer-songwriter asal Bogor bernama Ndaru Firman yang memakai moniker The Stars & The Moon sebagai identitas musikalnya. Ndaru kemudian sempat merilis dua buah single lepas di bawah nama The Stars & The Moon. Tak berselang lama, ia kemudian memutuskan untuk mengubah proyek solonya menjadi sebuah band berformat penuh bersama dengan musisi-musisi lain yang membantunya di The Stars & The Moon dan memakai nama Asianfusion. Memainkan musik berbenang merah midwest emo dengan pengaruh math rock dan ambient, kuintet yang terdiri atas Ndaru Firman (Vocal) , Iqbal Febriansyah (Gitar) , Rizky Marliansyah (Gitar) , Rhyan Sadewo (Bass) , dan Rizky Kurnia (Drums) ini telah merilis debut mini album berjudul Figure pada tanggal 7 Juni 2020 lalu. Bermaterikan 5 lagu, Figure merupakan manifestasi dari kisah dan sosok personal yang lekat ...

Elevation Books Menerbitkan Buku Kedua Seri C-45: Wonderland: Memoar Dari Selatan Yogyakarta karya Aris Setyawan

Image
Setelah menerbitkan buku pertamanya Pias: Kumpulan Tulisan Seni dan Budaya pada 2017 silam, di bulan Maret 2020 ini penulis, etnomusikolog, dan musikus Aris Setyawan menerbitkan buku keduanya bertajuk Wonderland: Memoar Dari Selatan Yogyakarta . Buku kedua Aris ini diterbitkan oleh Elevation Books, penerbit buku independen yang juga satu grup dengan label musik independen dengan nama Elevation Records.             Wonderland: Memoar Dari Selatan Yogyakarta merupakan buku kedua dari seri C-45 yang diterbitkan oleh Elevation Books. Diambil dari nama salah satu jenis kaset pita magnetik, Seri C-45 merupakan terbitan Elevation Books yang fokus membahas sebuah album musik penuh (LP) secara komprehensif. Terbitan pertama seri C-45 ini adalah buku Demi Masa, Kapsul Waktu dan Nostalgia Radikal karya Fajar Nugraha. Di buku itu Fajar mengupas tuntas album Demi Masa milik rapper kawakan Herry “Ucok” Sutresna alias Morgue Vanguard dan ...

BRNDLFEST – Cerita Mutasi Urban: 12 Tahun dan Tetap Berandalan

Image
B RNDLFEST   adalah sebuah acara untuk memperingati 12 tahunnya The Brandals. Acara ini cukup memuaskan karena berisi berbagai kegiatan seperti   photo exhibition, screening film , dan konser musik. Diselenggarakan di Rolling Stone Cafe, Jakarta pada 22 Desember 2013 mulai jam 3 sore sampai 11 malam,   BRNDLFEST   merupakan persembahan bagi masyarakat pada umumnya dan “Brigade Rock n Roll” pada khususnya. Acara tersebut juga berisi konferensi pers serta pemutaran perdana film dokumenter “liar”,   Marching Menuju Maut   karya Faesal Rizal. Sebelum diputarnya dokumenter, juga diputar sebuah video klip “Abrasi” yang menampilkan Morgue Vanguard (Homicide). Dokumenter   Marching Menuju Maut   memang murni dokumenter tentang perjalanan awal The Brandals yang dikemas apik dengan alur emosi yang luar biasa. Sepak terjang The Brandals tidak luput dari pilar utama   rockstar :   sex, drug, rock n roll   yang kental. Rencanannya, menurut ...

TENDOSTARS: Berontak dari Rasa Nyaman

Image
Tendostars adalah ben proyek terbaru dari Yuki Martawidjaja (vokal) beserta kawan lamanya di Pas Band, Richard Mutter (dram).   Sebenarnya ben ini telah diwacanakan sejak 2006 silam. Alasan jadwal masing-masing yang padat, Tendostars baru terealisasi akhir tahun ini bersama Dikdik “Aftercoma” (bas), Deni Mplay “Utopia” (gitar), dan DJ T3ori “Mobilderek”. Waktu yang lama akhirnya berbuah juga menjadi debut album ( self-titled , Reverse Recs). Musik yang diusung masih mewakili semangat ’90-an dengan nuansa lebih modern dan sentuhan elektronik.   Berisikan 7 lagu tentang perjalanan hidup, album ini dikemas unik dengan sampul depan berlubang dan desain retina yang mengintip. Nampaknya, Yuki dan kawan-kawan akan selalu mencari rumah yang terus membuatnya berkreasi. Tidak hanya berhenti di Pas Band yang telah mapan menjadi legenda musik Indonesia, mereka terus melawan agar tidak menjadi mapan, membusuk, dan mati. Terinspirasi perkataan mantan manager Pas Band, Denny MR, ...