Posts

Asangata – Rise of the Black Sheeps: Bebunyian yang Memabukkan

Image
Rise of the Black Sheeps   milik kolektif Jogja, Asangata ini menurut catatan telah dirilis pada Januari 2012. Namun, di tahun 2013, Sonic Funeral Record kembali merilis   Rise…   dalam bentuk kaset dan kode unduhannya di Bandcamp. Formasi Asangata dalam   Rise…   adalah Wednes Mandra, Pawitra Warda, dan Ki Prawirahardjana. Album ini memuat bebunyian yang sesuai tema album. Dengan bebunyian dari alam dan kebisingan yang memabukkan ini,   Rise…   dikategorikan sebagai “ world music ”. Bebunyian yang dipadukan dengan   local wisdom , budaya, dan kebiasaan masyarakat pada suatu daerah menjadikan bunyi tidak lagi sebagai hiburan buat kuping. Melainkan lebih jauh dari itu, dapat menjadi adikarya dari seniman yang membuatnya. Track   pertama berjudul “Angon, Surup” berisikan suara cempe (anak kambing) yang sedang digembala pemiliknya. Beberapa detik setelah suara kambing tersebut disusul bebunyian distorsi kotor—secara jelas ketika did...

Morfem – Hey, Makan Tuh Gitar: Album Kedua Tetap Berenergi

Image
Sangat puas ketika mendengarkan album mereka yang kedua ini. sebelumnya mereka telah merilis “Indonesia” pada tahun sebelumnya. Di tahun 2013 ini, mereka kembali menghadirkan kembali musik jalanan skill tinggi dengan komposisi lirik yang nyeleneh tapi keren. “Hey, Makan Tuh Gitar” adalah sebuah pembuktian kreativitas mereka yang tidak terhenti pada album “Indonesia”. Track-track yang memikat tersebut hampir semua ada dalam album ini. Berisikan 10 lagu dengan 1 buah musik instrumental ini memiliki energi besar dengan tingkat kepuasan maksimal dalam rilisan band tahun ini. Track seperti “180 Derajat” dan “Hey Tuan Botimen” menjelaskan tentang fenomena yang telah dialami pribadi dengan pemaparan lirik cerita yang menggelitik. Kenakalan khas anak muda meskipun mereka berusia ada yang 30-an, namun jiwa muda mereka telah tergambar oleh lirik yang menjadi daya tarik utamanya selain komposisi nada gitarnya. Selanjutnya ada “Senjakala Cerita” yang mengingatkan pada lagu “Konservatif” dar...

Aurette And The Polska Seeking Carnival – Self Titled EP: Keceriaan Masa Muda

Image
Bagi anak muda, berekspresi merupakan salah satu kebutuhan untuk menyalurkan perasaannya. Bagi sekumpulan anak muda ini, Orete adalah bentuk dari kejeniusan genre musik yang cukup baru di Indonesia dengan mengonsepkan dalam bentuk musik karnaval. Konten album ini berisikan tujuh buah lagu dengan tema yang bermacam-macam dengan iringan musik akordion yang memikat. Bila membicarakan musik karnaval, asumsi kita biasanya langsung tertuju pada keceriaan, namun mereka dapat membawakannya sangat dewasa dan tidak kekanak-kanakan. Lagu dibuka oleh permainan musik yang akan menjadi patron album ini. Seeking Carnival ibarat mukadimah yang memikat walaupun tanpa lirik. Sebagai pengiring hari yang indah, lagu tanpa lirik ini didengarkan pada situasi apapun. Permainannya juga bersih, apalagi dengan akordion yang menembus ke seluruh suara alat musik yang ada, dan dimainkan secara sempurna. Selanjutnya, track kedua diisi oleh lagu berbahasa perancis yang mengalogikan cinta dan Pizza. Suara trum...

Marcel Thee - With Strong Hounds Three: The Biblical Summer

Image
Mungkin sudah terlalu telat untuk mengulas album yang rilis di pertengahan tahun 2012 ini. Nampaknya, juga banyak media yang memberitakan tentang proyek-proyek baru Marcel Thee yang akan rilis kedepannya. Tapi entah kenapa, daya tarik album ini sangat relevan untuk diulas sampai kapanpun. Apalagi musim panas di pertengahan 2013 ini. bisa jadi, With Strong Hounds Three ini direkomendasikan menjadi soundrack dalam menemani aktivitas sehari-hari anda semua. Album yang kental nuansa musik gospel ini sangat damai apabila diperdengarkan sembari beraktivitas. Membuat suasana relaksasi dengan sendirinya masuk ke dalam pendengarnya. Coba simak, suara koor Marcel yang berlapis-lapis dalam Endless Hearts. Musiknya sederhana, tapi Marcel meramunya dengan sangat jenius. Marcel ini juga memiliki kemampuan menulis lagu dengan nada-nada yang bagus dan bisa dinikmati oleh siapapun. Apalagi dengan tambahan aksen bahasa inggrisnya yang baik, membuat album ini sangat aneh ternyata apabila datang da...

Based on a True Story: Labirin Perjalanan Pure Saturday dan Pengaruhnya

Image
Sejujurnya, saya telat mengenal Pure Saturday (PS). Setelah lagu “Kosong” tercantum dalam sebuah majalah musik   franchise   edisi “150 Lagu Terbaik Indonesia”, saya langsung mencari lagu tersebut dan mengunduh video klipnya. Kesan pertama saya saat itu adalah bahwa lagu itu memiliki intro yang terus menempel di kepala. Dengan visualisasi efek redup dan bayang-bayang membuat ben ini saya rasa sangat indie pada waktu itu.   Pasti pembuatan video klipnya dengan biaya relatif murah dibandingkan dengan ben-ben   rock   medio ’90-an. Tapi entah mengapa terdapat nuansa “muda” dalam lagu “Kosong” dan video klip yang dibuat sederhana tersebut dengan aura The Cure yang cukup kental. Saya baru mengikuti PS saat album   Grey   tahun 2012 kemarin. Karena sebelumnya saya memang kenal dengan lagu-lagu mereka setelah berkenal dengan kawan-kawan kampus yang sering menonton konser mereka dan mengabadikannya dalam   footage .   Maka, dari itu saya mera...

Adrian Adioetomo – Karat & Arang: Kuantitas Menentukan Kualitas

Image
Adrian Adioetomo kembali merilis album berjudul   Karat & Arang . Kemasan dengan tekstur gelap dan   sleeve   unik ini menyajikan dobel CD yang terbagi menjadi dua bagian:   Karat   dan   Arang . Total lagu berjumlah 17 lagu plus 6   bonus tracks —kesemuanya adalah lagu yang diciptakan Adioetomo circa 2009 dan direkam pada 2012. Alhasil, album ini sangat padat berisi konten-konten variatif dari permainan Adioetomo sebagai seorang musisi musik   blues   atau   bluesman   yang memainkan musik. Pada bagian   Karat   berisikan 8 lagu utama yang dibuka dengan “Rongsokan (excerpt)” dengan kocokan   blues   yang menjadi pondasi keseluruhan   Karat . Lagu ini hanya pemanasan saja. Di sesi   bonus track   terdapat “Rongsokan” versi utuh. Pada lagu “Sabda Baru”, Adioetomo bernyanyi mengawang dengan tempo lambat. Nuansa serupa juga terdapat di lagu “Pemberontak Terakhir”. Yang menarik dari lagu-la...

Melancholic Bitch – re-anamnesis: Gagasan-gagasan Semesta

Image
Melancholic Bitch kembali merilis rekaman,   re-anamnesis   di tahun ini setelah   Balada Joni dan Susi   pada 2009. Album   re-issue  dengan gagasan-gagasan unik yang dirangkai dengan komposisi serta eksperimen yang lebih megah.   re-anamnesis   merampung 11 lagu ditambah 3 remix . Patron dasar   britpop   dengan perpaduan unsur-unsur gitar yang kental permainan Jonny Greenwood melumuri keseluruhan lagu.   Entah mengapa mereka selalu terpikirkan lirik-lirik dan gagasan yang kelewat kritis dalam lagunya. Lagu pertama “Departemental Deities and Other Versus (general summary)” cocok dijadikan   soundtrack intim dalam film mafia gembong narkoba. Meskipun lagu ini menceritakan tentang hal lebih relijius namun penggambaran liriknya sangatlah apik dengan naratif manusia prasejarah yang tidak tahu arah tujuan, bahkan tidak menginginkan kehidupan kekal. Lagu pembuka dengan gagasan nilai yang seakan memandu keduabelas lagu lainn...