Posts

Buku Partitur Happy Coda

Image
Setelah merilis album Happy Coda pada situs YesNoWave, Frau merilis musik fisiknya dalam bentuk lembar partitur. Seperti yang telah dijelaskan pada buku ini bahwa pada jaman dahulu, sebelum ada media rekam, orang-orang mengonsumsi rilisan musisi dalam bentuk partitur. Frau sepertinya ingin melakukan hal serupa, agar semua orang dapat memainkan musiknya tersebut. Sesuatu yang jarang di Indonesia, Frau merilis karyanya dalam bentuk buku partitur berisi not-not balok dari 8 lagunya. Perilisan buku partitur Happy Coda ini layak diapresiasi karena wujud kreatifitas dalam mempublikasikan karya musik. Dengan kata pengantar oleh Felix Dass dan sekapur sirih dari Leilani Hermiasih, buku ini layak dimiliki bagi penggemar Frau. Hanya sebatas 300 kopi saja buku ini dijual. (mungkin) Menjadi pionir perilisan musik dalam bentuk lembar partitur yang nantinya diikuti oleh musisi-musisi lainnya. Suatu bentuk kreatifitas yang patut diapresiasi.

Frau – Happy Coda: Daya Eksplorasi yang Luar Biasa

Image
Sulit memang untuk menulis tentang album yang terdengar tanpa cacat ini. Daya eksplorasinya tinggi dengan konsep yang matang. Didengarkan ribuan kali sekaligus memiliki efek menenangkan dan tanpa menuai rasa bosan sedikitpun. Benar-benar tidak menyangka bahwa album ini dikerjakan oleh perempuan yang masih muda. Daya cipta dari gubahan nadanya memang luar biasa. Terdapat delapan buah lagu di album Happy Coda ini yang bisa diunduh pada situs YesNoWave secara gratis. Happy Coda ini merupakan album kedua dari Frau (Leilani Hermiasih dan Oscar). Dibuka oleh Something More yang penuh semangat dengan liak-liuk nada mayor minor yang saling bersahut-sahutan. Alur lagu dari awal sampai akhir pada Something More ini benar memiliki dinamika yang tebal. Mungkin ini lagu terbaik pada album ini, meskipun ketujuh lagu lainnya juga terdengar tanpa cacat. Pada Waters ini menampilkan suasana yang lebih mendayu yang menenangkan. Lagu Empat Satu ini menawarkan gagasan bermain kartu yang mungkin sec...

Roman Catholic Skulls – Weathered: Gemuruh, Dengungan, dan Keteraturan

Image
Bila Anda mencari referensi musik eksperimental dengan gubahan nada yang tidak memekakkan telinga,   Weathered   milik Roman Catholic Skulls ini bisa menjadi rujukan. Pertamakali rilis pada 2011 oleh Siko Records yang kemudian dirilis ulang oleh Elevation Records pada 2013. Roman Catholic Skulls merupakan proyek kolaborasi antara Marcel Thee dan Danif Pradana. Sentuhan musiknya pun memamerkan efek dengungan yang dapat membawa atmosfir pendegarnya ke sebuah film epik nan kolosal. Kemegahan bebunyian pada lagu pertama “Weather, Champions” memang menampilkan suara alam seperti burung, kuda, dan cuaca yang memang diawang-awangkan menuju pertengahan lagu untuk membangkitkan semangat. Bahkan terdapat nada-nada permainan anak-anak yang menampilkan kesan horor jika dibayangkan perjalanan musiknya. Dengan durasi sepanjang 18 menit 45 detik ini, disuguhkan suara lonceng yang berbunyi di saat kita diberikan latar belakang suara dengungan ala film horor. Pembawaan suasana pada lagu ...

Buronan Mertua – Rock Asal-Asalan: Beringas Namun Mendidik

Image
Mengembalikan rock n roll yang pernah berjaya, Buronan Mertua membawakannya tetap dengan kekuatan yang sebenarnya. Elemen blues yang kental di beberapa lagu, lirik-lirik yang syarat atas kritik sosial dan setiap lagu yang mudah dicerna. Rock Asal-Asalan ini tidak sekedar permainan musik rock dengan sembarangan, namun terkonsep di setiap liriknya, bahkan dapat mendidik. Terdapat 8 lagu rock yang siap mengajak anda tertawa, nyentil dan manggut-manggut mendengar irama rock dengan lirik-lirik kehidupan keseharian. Mengkritik musik jaman sekarang yang tidak memberikan semangat, terutama pada siaran-siaran radio dan tv. Dengan menceritakan tentang kejenuhan dikala macet di jalanan dan didengarkan musik yang cengeng, sungguh memuakkan. Coba dengarkan Crowded di radio di suasana macet, berontaklah semangat ini. Apalagi ditambah oleh lagu keren seperti Cadangan Obsesi yang menceritakan perlunya alternatif planning di kehidupan yang serba tidak jelas dan susah mencari pekerjaan. Jarang ada...

Asangata – Rise of the Black Sheeps: Bebunyian yang Memabukkan

Image
Rise of the Black Sheeps   milik kolektif Jogja, Asangata ini menurut catatan telah dirilis pada Januari 2012. Namun, di tahun 2013, Sonic Funeral Record kembali merilis   Rise…   dalam bentuk kaset dan kode unduhannya di Bandcamp. Formasi Asangata dalam   Rise…   adalah Wednes Mandra, Pawitra Warda, dan Ki Prawirahardjana. Album ini memuat bebunyian yang sesuai tema album. Dengan bebunyian dari alam dan kebisingan yang memabukkan ini,   Rise…   dikategorikan sebagai “ world music ”. Bebunyian yang dipadukan dengan   local wisdom , budaya, dan kebiasaan masyarakat pada suatu daerah menjadikan bunyi tidak lagi sebagai hiburan buat kuping. Melainkan lebih jauh dari itu, dapat menjadi adikarya dari seniman yang membuatnya. Track   pertama berjudul “Angon, Surup” berisikan suara cempe (anak kambing) yang sedang digembala pemiliknya. Beberapa detik setelah suara kambing tersebut disusul bebunyian distorsi kotor—secara jelas ketika did...

Morfem – Hey, Makan Tuh Gitar: Album Kedua Tetap Berenergi

Image
Sangat puas ketika mendengarkan album mereka yang kedua ini. sebelumnya mereka telah merilis “Indonesia” pada tahun sebelumnya. Di tahun 2013 ini, mereka kembali menghadirkan kembali musik jalanan skill tinggi dengan komposisi lirik yang nyeleneh tapi keren. “Hey, Makan Tuh Gitar” adalah sebuah pembuktian kreativitas mereka yang tidak terhenti pada album “Indonesia”. Track-track yang memikat tersebut hampir semua ada dalam album ini. Berisikan 10 lagu dengan 1 buah musik instrumental ini memiliki energi besar dengan tingkat kepuasan maksimal dalam rilisan band tahun ini. Track seperti “180 Derajat” dan “Hey Tuan Botimen” menjelaskan tentang fenomena yang telah dialami pribadi dengan pemaparan lirik cerita yang menggelitik. Kenakalan khas anak muda meskipun mereka berusia ada yang 30-an, namun jiwa muda mereka telah tergambar oleh lirik yang menjadi daya tarik utamanya selain komposisi nada gitarnya. Selanjutnya ada “Senjakala Cerita” yang mengingatkan pada lagu “Konservatif” dar...

Aurette And The Polska Seeking Carnival – Self Titled EP: Keceriaan Masa Muda

Image
Bagi anak muda, berekspresi merupakan salah satu kebutuhan untuk menyalurkan perasaannya. Bagi sekumpulan anak muda ini, Orete adalah bentuk dari kejeniusan genre musik yang cukup baru di Indonesia dengan mengonsepkan dalam bentuk musik karnaval. Konten album ini berisikan tujuh buah lagu dengan tema yang bermacam-macam dengan iringan musik akordion yang memikat. Bila membicarakan musik karnaval, asumsi kita biasanya langsung tertuju pada keceriaan, namun mereka dapat membawakannya sangat dewasa dan tidak kekanak-kanakan. Lagu dibuka oleh permainan musik yang akan menjadi patron album ini. Seeking Carnival ibarat mukadimah yang memikat walaupun tanpa lirik. Sebagai pengiring hari yang indah, lagu tanpa lirik ini didengarkan pada situasi apapun. Permainannya juga bersih, apalagi dengan akordion yang menembus ke seluruh suara alat musik yang ada, dan dimainkan secara sempurna. Selanjutnya, track kedua diisi oleh lagu berbahasa perancis yang mengalogikan cinta dan Pizza. Suara trum...