Posts

Album Rotor “Behind the 8th Ball” Dirilis Ulang Dalam Format Vinyl

Image
Therockjournals - Jakarta: Album metal legendaris “ Behind the 8th Ball” milik rotor dirilis ulang dalam format piringan hitam oleh label Elevation Records dan Snakecharms Records . Menurut Elevation Records, “ Behind the 8th Ball” adalah album yang luar biasa, dengan lirik sebagian besar berbahasa Inggris dan dengan komposisi yang rumit, ganjil namun sangat mudah dinikmati bahkan oleh mereka yang bukan penikmat metal. Selain keras, album ini juga mampu menghasilkan komposisi yang “pop” seperti “Peluit Phobia". Namun kebanyakan komposisi di album ini datang dengan time-signature yang tidak lazim, dengan pergantian tempo dan ritme yang begitu cepat. komposisi ini malah terdengar sangat progresif dan mendekati avant-garde . “Contoh yang paling nyata ada lagu “Nuclear is the Solution”. Sangat wajar sebuah band metal berbicara soal politik lokal dan internasional. Namun, Rotor punya cara sendiri dalam bicara politik. Jarang band di Indonesia, metal atau bukan, yang mampu menan...

Sajama Cut Merilis Album Kelima, "GODSIGMA"

Image
  Legenda indie rock asal Jakarta, Sajama Cut, telah merilis album teranyar mereka, GODSIGMA, pada 16 Oktober 2020. Album ini adalah album penuh kelima mereka sepanjang karier selama dua dekade. Kini, album penuh GODSIGMA dirilis dalam setiap kanal digital dan format CD oleh DeMajors Records. Dengan riff - riff gitar gegap gempita, melodi yang catchy namun digembosi lirik sarat sarkasme, dan aransemen yang lebih “organik” dari album-album sebelumnya, GODSIGMA menjadi arah baru yang manis untuk Sajama Cut. “Kami banyak terinspirasi dari tur untuk album sebelumnya, Hobgoblin,” ucap vokalis mereka, Marcel Thee. Banyak berjumpa band indie rock di hajatan tersebut, mereka tergerak membuat album yang “ stage-oriented , dan dikerjakan bareng dan live .” “Sebelumnya, kami band yang berorientasi ke studio,” ucap Marcel. “Untuk pertama kalinya, kami bikin album yang menurut kami tepat energinya untuk panggung. Kami bertemu langsung sebagai band dan mengkomposisi album ini bersama-...

Catatan Tentang 20 Tahun Album Kid A

Image
  Pertama, saya ingin mengucapkan selamat ulang yang tahun ke-20 untuk album Kid A milik Radiohead. Saya masih ingat betul ketika pertama kali menyimak album yang dirilis pada tanggal 2 Oktober 2000 oleh label Parlophone tersebut.   Saya ingin merawi bagaimana album studio keempat yang dirilis pada tahun 2000 ini begitu substansial bagi sudut pandang saya saat ini. Semuanya diawali ketika saya masih SMA pada tahun 2007, yaitu saat saya masih gemar membaca majalah musik yang memuat chord gitar lagu populer. Akses internet kala itu masih menjadi barang lewah bagi saya, alhasil sumber informasi sebagian besar masih berasal dari publikasi majalah domestik. Pada salah satu rubrik di majalah tersebut mengulas album OK Computer (1997) yang juga didaulat sebagai top 10 rock album versi mereka sendiri. Mulai dari situ, saya mengenal album OK Computer dan berhasil mendapatkan sharing MP3 dari salah satu rekan di SMA. Walaupun saat itu album OK Computer telah berusia satu dasawars...

Waiting Room Rilis Ulang Album Pertama

Image
  Band independen veteran Waiting Room akan merilis ulang album debut   mereka tanggal 25 September nanti. Album yang pertama kali dilepas pertengahan tahun 1997 akan di repackage dalam format kaset dan CD oleh label indie Sabda Nada Records. Sementara diskografi album penuh Waiting Room (Waiting Room -1997, Propaganda – 1999 dan Music – 2001) akan tersedia di berbagai layanan music streaming setelahnya by Aquarius Musikindo (AQM) Album debut Waiting Room sendiri merupakan album fenomenal pada era ledakan pertama gelombang band independen di pertengahan dekade 90. Diproduksi secara mandiri -baik biaya maupun teknis- oleh personil band, album debut ini mendokumentasikan fase perjalanan karir Waiting Room disaat membawakan konsep Ska, Hardore dan Punk. Band yang terbentuk di tahun 1994 ini pada awalnya menawarkan konsep cover tribute Fugazi (grup Post Hardcore asal Washington DC). Lalu pada perkembangannya, bermutasi menjadi band Ska dengan mengambil pengaruh dari The Mighty M...

Album "Buaya Ska" Akan Dirilis Ulang

Image
  Setelah 23 tahun semenjak dikeluarkan, album perdana dari unit Ska Waiting Room yang berjudul s/t, atau biasa dijuluki “ Buaya Ska ” akhirnya akan dirilis ulang pada bulan September 2020 ini. Sabda Nada Records adalah label yang berkesempatan merilis album ska-core yang pertama kali dirilis pada tahun 1997 tersebut. Melalui akun Instagram @sabda.nada, label tersebut menginformasikan: “ Dalam rangka menghidupkan kembali artefak sejarah musik indonesia.. ini adalah kesempatan ke2, jangan sampai terlewat untuk memilikinya.. 23 tahun yg lalu album ini mencuri banyak perhatian pecinta musik indonesia.. Dan kini Kembali dirilis dalam Jumlah Limited alias terbatas!!! @waitingroomofficial " Para pecinta Waiting Room tentunya tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan rilisan album Buaya Ska yang langka tersebut. Sabda Nada akan merilis album ini dalam format kaset pita beserta aneka macam merchandise seperti T-Shirt, Tote Bag, Sticker dan mini pin. Agar kita dapat...

FSTVLST – FSTVLST II (FSTVLST RECORD PROJECT, 2020)

Image
Lebih Bijak dan Tetap Kritis Hal yang pertama kali mencuri perhatian ketika melihat secara holistik album “ FSTVLST   II”  dari FSTVLST ialah artwork albumnya yang unik. Sepintas terlihat serupa agregat antara artwork album Yeezus-nya Kanye West dan karya seni pisang dilakban ke dinding yang terjual dengan harga US$ 120.000. Lalu apakah konten dari album FSTVLST   II ini merefleksikan kritikan layaknya instalasi Maurizio Catellan yang berjudul pisang lakban "Comedian" atau iktirad sosial semacam Black Skinhead-nya Kanye? Pada album debut Hitch Kistch (2014) pendengar disuguhkan lagu-lagu ciamik yang penuh dengan ramalan kejadian besar di Indonesia, pasca tahun 2014 (ketika album ini dirilis). Hitch Kistch ini begitu relevan dengan peristiwa-peristiwa sosial di dasawarsa 2010-an dan menjadi soundtrack yang pas atas fenomena yang ada, seperti misalnya munculnya demonstrasi besar-besaran. Fenomena riot tersebut terjadi di kota-kota besar, seperti misa...

Buku “50 Album Musik Indonesia Terbaik 1955-2015” Telah Beredar

Image
Therockjournals, Kendal: Setelah hampir dua tahun, melewati proses penjurian, penulisan, riset arsip, riset rilisan fisik, pemotretan dan penyuntingan, akhirnya Elevation Books bisa secara resmi mengedarkan buku This Album Could Be Your Life: 50 Album Musik Indonesia Terbaik 1955-2015 . Buku ini bisa dikatakan yang pertama melakukan penilaian secara komprehensif terhadap album-album musik yang pernah dirilis selama 70 tahun sejarah industri musik populer di Indonesia, dari era label pribumi pertama Irama sampai Aksara. Lima puluh album yang masuk merupakan hasil dari focus group discussion dari tim dewan juri yang terdiri dari Budi Warsito, pustakawan musik Kineruku Bandung, Harlan Boer, seniman musik indie dan penulis musik, Idhar Resmadi, dosen dan penulis musik dari Bandung, Taufiq Rahman, penulis musik dan pendiri label indie Elevation Records, Wahyu Nugroho, vokalis, pemain bass Bangkutaman dan penulis musik dan penggiat skena metal dari Malang, Samack. “Dari album-a...