Posts

Hidupkan Kembali Lokananta, Erick Thohir: BUMN Dorong Kemajuan Musik dan Seni Indonesia

Image
SURAKARTA–Kementerian BUMN ikut mendorong kemajuan industri musik dan seni di Indonesia melalui revitalisasi dan pengembangan aset Lokananta di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Lokananta akan dijadikan sebagai sentra kreativitas bagi para musisi, seniman, serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Lokananta adalah perusahaan rekaman pertama dan terbesar di Indonesia yang didirikan oleh R Maladi pada 1956. Sebagai “Titik Nol” musik Indonesia, Lokananta sempat mengalami kejayaan di tahun 1970-1980-an dengan mengorbitkan sejumlah legenda musik Indonesia, seperti Gesang, Waldjinah, Bing Slamet, Titiek Puspa, dan Sam Saimun. Namun, seiring perkembangan zaman dan teknologi, Lokananta sempat tertinggal sampai vakum dan terbengkalai pada era 1990-an. “Saya mengunjungi Lokananta tahun lalu, dan sangat prihatin dengan kondisi Lokananta. Padahal nilai historis dan kekayaan intelektual di Lokananta sangat potensial untuk diberdayakan. Melalui program optimalisasi aset-aset yang ada di BUMN, Lokanant...

Pabrik Piringan Hitam Kembali Hadir di Indonesia

Image
  Pada 2022, 41 juta piringan hitam terjual di seluruh dunia. Mengalahkan penjualan CD album musik. Tak ada yang menyangka, format lawas rilisan fisik musik ini merajai kembali industri di tengah era streaming musik. Penjualan piringan hitam atau vinyl bahkan mengambil porsi 70 persen dari total penjualan segala bentuk rilisan fisik musik. Angkanya pun fantastis, mencapai USD1,2 miliar atau sekitar Rp17,8 triliun! Di Indonesia sendiri tren piringan hitam juga berkembang pesat. Hampir setiap tahun dalam lima tahun terakhir terdapat rilisan vinyl dari band atau musisi lokal. Sayangnya, para musisi lokal harus mencetak album versi piringan hitam di luar negeri karena tak ada lagi pabrik piringan hitam di Indonesia. Setelah hampir 50 tahun tak ada pabrik piringan hitam lokal, pada tahun ini resmi beroperasi pabrik piringan hitam di kawasan Cengkareng yang diinisiasi oleh PHR dan Elevation Records. "Dengan mesin teknologi Italia dan assembly Hong Kong, PHR Pressing mampu menawarkan kap...

Therockjournals Ikuti Sosialisasi Kekayaan Intelektual

Image
Zine alias media cetak alternatif seni dan budaya asal Kabupaten Kendal yang bernama Therockjournals mengikuti sosialisasi kekayaan intelektual (KI) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Kendal. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kabupaten Kendal tahun 2023. Sebanyak sepuluh finalis terpilih dalam lomba Krenova ini berhak mengikuti sosialisasi KI yang materinya diisi oleh para ahli dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jawa Tengah. Selain itu, sepuluh finalis terbaik Krenova Kabupaten Kendal yang termasuk di dalamnya ada inovasi Therockjournals tersebut, juga berhak mendapatkan fasilitasi KI oleh pemerintah. “Sosialisasi kekayaan intelektual ini merupakan hal yang penting bagi pekerja kreatif. Saya merasa materi tentang kekayaan intelektual ini sangat bermanfaat...

Film Layar Tancep Keliling Kampung

Image
  Film Layar Tancep Keliling Kampung kali ini akan lebih spesial karena akan diadakan selama 3 hari di desa Sidomulyo. Mari datang dan saksikan Salam Budaya Salam Sinema #danaindonesiana #sinemamikro #layartancep #budayasaya #kemendikbudristek #kemendikbud #lpdp #danaabadikebudayaan #pemutaranfilm #film #filmkendal #kendal #sanggarkejeling #kejeling #bangunbudaya

Testimoni Therockjournals Dalam Buku Musik

Image
Ulasan "The Rock Journals" (2013) dijadikan sebagai testimoni buku "Lokasi tidak ditemukan: mencari rock and roll sampai 15.000 kilometer" karya Taufiq Rahman (Founder Elevation Records).

Isu Kesehatan Mental Dalam Album Pop Indonesia

Image
  Sumber: Freepik Pada percakapan dini hari, seorang kawan pernah mempertanyakan tentang apa itu musik protes. Saat itu kami sedang mendengarkan Those Shocking Shaking Days , yang menurut para kritikus syarat akan nuansa protes pada zaman Orde Baru. Lalu, apakah musik protes itu identik dengan distorsi kencang dengan suara instrumen yang meraung-raung, atau justru sebaliknya yang bersifat dekonstruktif secara pola? Dari perbincangan santai tersebut, kami sebagai orang awam sepakat bahwa musik membutuhkan elemen sastrawi untuk menunjukkan identitas dan maksudnya. Sebab, musik yang terdiri dari gugusan nada dan sonik tersebut akan bersifat multitafsir, tanpa adanya kata-kata. Sedangkan khalayak cenderung akan menilai sebuah makna musik tentu dari untaian bahasa di dalamnya. Maka dari itu, pemakaian kata “Lagu” terdengar lebih pas ketimbang “Musik”, apabila kita sedang membahas sebuah pesan sastrawi atau tafsir yang terkandung dalam alunan nada tersebut. Kita tahu bahwa lagu merup...

Jogja Noise Bombing Festival 2023 – Decentralization of Noise

Image
@jogjanoiseclub proudly present: Jogja Noise Bombing Festival 2023 – Decentralization of Noise An international festival of Noise and experimentation is back! JNB Fest 2023 will be held for 2 days & 1 day of pre-event in collaboration with several collectives in Jogjakarta! 20 Januari 2023 – Pre event “Temple of Bast” organized by @bastcultura 21.00 – 01.00: @taphousejogja 21 Januari 2023 - Day 1 – Noise is All Around You 13.00 – 16.00: @ruang.gulma 14.00 – 17.00: @kombo.lab at Sumurtua 15.00 – 18.00: @tempuran.space 19.00 – 21.00: @lfptch 22 Januari 2023 - Day 2 – Main Event 15.00 – 22.00: @locationjogja Performers: #$XXXXX!/#*$ (USA) @ancientofhours Azlan Dawai (Malaysia) @AzlanDawai Smomid (USA) @smomid Waterflower (Latvia) @Wat3rfl0wer Jonas Engel (Denmark) @jooonasengel ASU(USA) (Venus) @asuusanoise AMPRRRONG (Pasuruan) @muzeian TUSUK LUBANG TELINGA (Depok) @biru_pucat Kalasvvara (Purwokerto) @shidanawildan Hvft (Purwokerto) @hvft.id ETHNOISM (Bogor) @ethnoism SAABA (Tangerang...